Penyakit batu saluran kemih (BSK) merupakan penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat dan menempati urutan ketiga dari penyakit di bidang urologi disamping infeksi saluran kemih dan pembesaran prostat jinak.

Penyakit ini dapat menyerang penduduk di seluruh dunia tidak terkecuali penduduk di Indonesia. Angka kejadian terjadi lebih tinggi pada laki-laki dibanding perempuan sebesar 3:1, usia terjadinya batu antara 20 tahun sampai 40-50 tahun dimana merupakan usia produktif.

Terdapat beberapa pilihan penanganan untuk BSK, penanganannya sendiri bergantung pada ukuran, lokasi, dan komposisi dari batu. Salah satu penanganan yang sering dilakukan adalah dengan metode Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL).

ESWL pertama kali diperkenalkan pada awal tahun 1980 yang membawa suatu revolusi baru dalam penanganan batu saluran kemih. Suatu prosedur minimal invasif yang hampir ideal dengan tanpa pembiusan. ESWL merupakan suatu gelombang kejut (shock wave) yang diarahkan ke pasien dan difokuskan pada BSK. Gelombang ini akan menyebabkan batu pecah menjadi fragmen-fragmen kecil sehingga mudah dikeluarkan melalui saluran kemih tanpa rasa sakit.

Indikasi ESWL :

  • Batu ginjal dengan ukuran < 2 cm
  • Batu ginjal dengan ukuran > 2 cm (dipasang uretheral stent sebelumnya)
  • Batu ureter dengan ukuran < 1 cm

Kontraindikasi ESWL :

Absolut Relatif
Kelainan penyakit pembekuan darah Obesitas
Hipertensi yang tidak terkontrol Batu jenis cystine atau Ca monohydrate (batu keras)
Infeksi saluran kemih akut Aneurisma aorta abdominalis
Hamil Abdominal pacemaker
Obstruksi saluran kemih bagian bawah

Komplikasi ESWL :

Beberapa komplikasi timbul pasca ESWL dapat disebabkan akibat tekanan destruktif pada batu juga mengenai vaskular dinding tipis pada ginjal dan jaringan sekitarnya sehingga menimbulkan hematuria (BAK berdarah), hematuria dapat sembuh spontan dalam 1-2 hari pasca ESWL. Komplikasi lain dari tindakan ESWL adalah kegagalan memecah dan mengeluarkan batu dan fragmen-fragmennya secara lengkap. Hal ini akan menimbulkan fragmentasi inkomplit, residual fragmen batu, obstruksi dan nyeri.

Penulis :
dr. Andre Yudha, SpU
Spesialis Urologi Subspesialis Urologi Anak, RSU Sahid Sahirman
Senin – Jumat : 16:00 – 19:00, Sabtu : 10:00 – 14:00

dr. Cerah Purba
General Practitioner, RSU Sahid Sahirman

Leave a reply