Diabetes sering disebut sebagai ibu jari segala penyakit karena penyakit ini jika tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi pada organ tubuh seperti mata, saraf, pembuluh darah, ginjal, dan jantung.

Berdasarkan data IDF (International Diabetes Federation) di tahun 2012, penderita diabetes di seluruh dunia tercatat lebih dari 371 juta. Oleh sebab itu, SOHO Better U terus memberikan edukasi mengenai kesehatan, termasuk di Indonesia.

Dalam seminar bertajuk SOHO Better U di Jakarta, Kamis (14/11), hadir Dr Roy Panusunan Sibarani, SpPD-KEMD, FES, Kepala Klinik Edukasi Diabetes RS Pantai Indah Kapuk. Ia menjelaskan, “Diabetes bisa dicegah sejak dini dengan berolahraga teratur dan makan makanan yang seimbang.”  Dr Roy Sibarani, demikian panggilan akrabnya, menambahkan, “Selain adanya faktor genetik, diabetes mellitus juga dapat diakibatkan jaringan tubuh yang kurang peka terhadap insulin.

Insulin adalah hormon yang diproduksi pankreas dan berfungsi mengatur kadar gula dalam darah. Jika jaringan tubuh tidak peka terhadap insulin, kadar gula dalam darah menjadi tinggi karena gula yang ada dalam darah kurang dapat diserap untuk dimanfaatkan menjadi energi bagi tubuh.  Nantinya, sel-sel tubuh tidak peka lagi terhadap insulin sehingga tidak dapat menyerap gula dalam darah untuk mengubahnya menjadi energi bagi tubuh. Akibatnya, kadar gula dalam darah menjadi tinggi.

Jenis diabetes

“Diabetes itu dibagi menjadi tiga tipe, yakni diabetes tipe 1, tipe 2, dan diabetes kehamilan. Diabetes tipe 1 sampai sekarang masih diteliti, namun akan terjadi peningkatan apabila salah satu anggota keluarga mengidap penyakit yang sama. Selain karena faktor keturunan, gaya hidup, kurang berolahraga dan pola makan yang tidak sehat seperti makan berlebihan, terutama banyak mengonsumsi karbohidrat dan gula dapat menyebabkan diabetes mellitus.

Tipe 2 terjadi karena pankreas tidak mampu memproduksi insulin yang cukup atau insulin yang dihasilkan tidak dapat diproses. Diabetes kehamilan pun terjadi ketika insulin yang dihasilkan kurang efektif selama kehamilan. Nantinya, insulin dibutuhkan oleh tubuh akan mengubah glukosa menjadi energi.

Dr Roy Sibarani mengungkapkan, “Agar tidak terjadi diabetes, kita harus mengatur pola makanan kita yang baik, mengonsumsi nasi dan lauk yang cukup serta sayuran yang banyak. Lebih bagus lagi bila kita rajin berolahraga dan memiliki waktu istirahat yang cukup. Intensitas buang air kecil yang sering, penurunan berat badan secara cepat, tubuh cepat merasa letih dan merasa sangat haus, merupakan gejala yang muncul pada penderita diabetes.”
Ia menyarankan pemeriksaan diabetes rutin minimal sekali setahun sangat diperlukan untuk mendeteksi diabetes sehingga pasien tahu tindakan yang harus diambilnya.

Langkah-langkah mencegah diabetes

  1. Terapkan pola makan yang sehat dengan mengonsumsi makanan yang bergizi setiap hari. Perbanyak sayur dan buah yang mengandung banyak serat dan nutrisi yang berguna bagi tubuh.
  2. Hindari makanan bergula atau yang terlalu manis, misalnya cokelat, permen, dan kue.
  3. Biasakan minum air putih 7-8 gelas per hari.
  4. Hindari minuman manis seperti sirup ataupun minuman bersoda.
  5. Biasakan berolahraga secara teratur, minimal 30 menit setiap hari.
Leave a reply