Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel tumor ganas. Dan tumor ganas ini merupakan penyebab kematian ke 2 di dunia dan ke 5 di Indonesia (WHO, 2005)

  • Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks) dan payudara merupakan kanker terbanyak di Indonesia (yang mengenai wanita usia produktif usia antara 30-55 tahun).
  • Kanker paru, diperkirakan akan meningkat sejalan dengan meningkatkan perokok di Indonesia, baik usia mulai merokok maupun jenis kelamin yang merokok)

10 kanker tersering pada laki-laki yaitu : paru-paru, usus besar, hati, prostat, limfoma (kelenjar getah bening), kandung kemih, lambung, leukemia (darah) dan pankreas (kelenjar ludah perut).

Sedangkan 10 jenis kanker terbanyak pada wanita yaitu : payudara, leher rahim, usus besar, ovarium, korpus uteri, limfoma, leukemia, rongga mulut, lambung dan hati.

Sebenarnya secara umum, ada 2 golongan tumor yaitu tumor jinak dan tumor ganas (=kanker).

Ciri-ciri tumor jinak adalah tumbuhnya terbatas, mempunyai selubung, tidak menyebar, bila dioperasi dapat dikeluarkan secara utuh dan dapat sembuh sempurna. Sedangkan ciri-ciri tumor ganas adalah dapat menyusup ke sekitar jaringan, membuat anak sebar melalui pembuluh darah dan getah bening dan tumbuh di tempat lain.

Kanker tidak mengenal orang, tanpa pandang bulu dan tumbuh di semua bagian tubuh dan di semua tahap umur.

Apa penyebab kanker?

  • Kelainan Gen yang menyebabkan mutasi gen.
  • Zat karsinogenik : zat kimia, radiasi, infeksi virus, hormon dan iritasi kronis.
  • Gaya hidup yang tidak sehat: makanan siap saji/diawetkan, merokok dan polusi lingkungan.

Apa saja zat Karsinogen, sampai bisa menyebabkan?

Ada beberapa zat karsinogen diantaranya zat alfatoksin yang terkandung dalam kacang tanah yang membusuk dan rasanya pahit, asbes pada atap rumah, asap rokok yang terhisap, zat warna plastik. Sinar matahari Ultra violet termasuk karsinogen radiasi, demikian juga sinar X yang digunakan untuk pemeriksaan rontgen. Beberapa jenis virus seperti Virus Epstein Barr bisa menyebabkan kanker rongga hidung/nasofarings, virus HPV saat ini sudah terbukti sebagai penyebab kanker leher rahim. Beberapa hormon yang  berlebihan dapat menyebabkan kanker payudara, dan prostat. Iritasi kronis berulang pada penggunaan gigi palsu diduga dapat menyebabkan kanker rongga mulut selain asap rokok yang bersifat karsinogenik. Yang menarik adalah ternyata 85% kanker terjadi karena faktor lingkungan dan pola hidup, yaitu akibat makanan/minuman, merokok, terkait tempat bekerja, dan sekitar 10 % masih belum diketahui penyebabnya.

Apa sih gejala kanker ?

WASPADA terhadap kanker merupakan cara mengenali gejala kanker, yaitu waktu buang air besar ataupun kecil ada perubahan, alat pencernaan terganggu, suara serak/batuk tidak sembuh, payudara/ di bagian tubuh lain ada benjolan, andeng-andeng (tahi lalat) yang berubah sifat jadi membesar, darah atau lendir yang keluar abnormal, Ada koreng/luka yang tidak sembuh.

Beberapa jenis Kanker yang sering terdapat yang perlu dikenali yaitu :

  • Kanker Paru
  • Merupakan penyebab utama kematian saat ini. 85% terkait dengan pola kebiasaan merokok, penurunan konsumsi rokok bisa menurunkan kematian akibat kanker paru. Kanker ini berasal dari saluran napas, dan biasanya diketahui sudah terlambat. Resiko tinggi kanker paru terjadi pada usia >40 tahun, perokok berat atau pasangan hidup perokok berat(second hand smoker). Jenis kelamin pada tahun belakangan ini mulai meningkat terjadi pada wanita, karena pola hidup dan kebiasaan merokok pada wanita yang meningkat. Kanker paru terjadi karena resiko meningkat karena paparan asam rokok, zat-zat berbahaya yang terhisap jangka lama, adanya riwayat kanker dalam keluarga. Khusus asap rokok sebagai penyebab utama, terjadi bukan hanya karena sifat zat kimia nya yang menyebabkan terjadinya kanker tetapi juga membahayakan sistem pertahanan paru secara alami, dimana bulu-bulu halus yang dinamakan silia akan dirusak/dilumpuhkan oleh asap rokok sehingga tidak dapat melakukan tugasnya sehingga zat karsinogen menetap di paru-paru. Lalu bagaimana mencegahnya? Stop merokok segera mungkin, makan buah dan sayuran,serta serat dan kurangi lemak, aktifitas fisik dapat meningkatkan ketahanan paru-paru terhadap terjadinya kanker. Disamping itu lakukan skrining minimal 1 tahun sekali dengan rontgen paru-paru,dan bila dicurigai ada ke arah kanker, dilanjutkan pemeriksaan CT scan paru-paru untuk memastikan ada tidaknya lesi kanker secara dini.
  • Kanker kolorektal /usus.
  • Faktor resiko terjadinya kanker usus ini adalah konsumsi serat yang sangat rendah, dan asupan lemak yang tinggi, bertambahnya usia, riwayat adanya polip di usus, riwayat kanker usus dalam keluarga, sakit radang usus kronis, konsumsi daging merah, kurangnya aktifitas fisik, berat badan berlebih dan merokok. Adanya zat karsinogen yang disebut Heterosiklik amin, diduga kuat sebagai penyebab timbulnya kanker ini. Zat karsinogen ini terbentuk dari cara memasak daging dalam temperatur/suhu tinggi. Cara memasak ini bisa terdapat dalam masakan rumah dan non fast food restoran. Disamping itu dapat terbentuk zat karsinogen lain, yaitu akrilamd yaitu bahan kimia dalam bentuk butiran kristal atau cairan yang dapat merusak inti sel yang sehat tubuh kita. yang terbentuk dari proses menggoreng/ membakar/ merebus pada temperatur sangat tinggi seperti French Fries/ sajian irisan kentang goreng. Selain itu Formaldehid, yang dikenal sebagai formalin juga dikalsifikasikan sebagai zat penyebab kanker pada rongga hidung, otak dan kanker darah ( leukemia). Makanan yang sehat dapat mengurangi resiko kanker kolorektal, yaitu serat tinggi ( sayur dan buah), Asam folat, vitamin D, teh dan antioksidan. Tetapi makanan yang buruk dapat meningkatkan resiko kanker kolorektal: alkohol, makanan diawetkan dengan garam, daging merah, gula dan lemak jenuh. Deteksi dini diprirotaskan pada kelompok umur di atas 50 tahun, dengan pemeriksaan colok dubur, adanya darah samar dalam tinja, teropong usus (kolonoskopi), pemeriksaan susu enema atau CT scan.
  • Kanker Payudara.
  • Gejala adanya benjolan di kedua/ salah satu payudara, keluar cairan dari puting susu berupa cairan bening, susu ataupun darah, terjadinya perubahan bentuk dan besar payudara, permukaan kulit dan poting susu yang melekuk ke dalam. Kanker payudara dapat dideteksi secara dini dengan teknik Sadari ( periksa payuadara sendiri) setiap bulan setelah selesai haid. Selain itu deteksi dini dilakukan dengan pemeriksaan USG dan mamografi minimal sekali setahun. Faktor resiko kanker payudara, adalah haid pertama di usia kurang dari 12 tahun, wanita yang tidak menikah/ tidak punya anak, melahirkan di usia lebih dari 30 tahun, tidak menyusui, terapi hormonal, menoupase usia lebih dari 55 tahun, pernah operasi tumor jinak payudara, makanan tinggi lemak dan minum alkohol, perokok aktif/ pasif dan obesitas/ berat badan lebih.
  • Kanker serviks/leher rahim.
  • Human Papiloma Virus (HPV), diduga sebagai penyebab utama terjadinya kanker serviks/ leher rahim. Infeksi virus ini seringkali tidak menimbulkan gejala, atau tidak tahu terinfeksi HPV dan tentu saja dapat menularkan ke orang lain tanpa menyadarinya. Infeksi HPV ini 80% akan sembuh dengan sendirinya oelh sistem kekebalan tubuh kita, tetapi 10-20% menjadi infeksi yang menetap. Terjadi pada usia reproduksi pada pria dan wakita, yang telah berhubungan seksual, yang beresiko terinfeksi HPV, hal ini menjadi resiko untuk menjadi kanker serviks di kemudian hari. Dikatakan lebih dari 75% wanita yang telah berhubungan intim pernah terinfeksi HPV dimana puncaknya terjadi antara usia 18-22 tahun. Penularan dapat terjadi melalui jalur seksual dan non seksual. Jalur seksual dapat terjadi melalui hubungan intim dengan kontak kelamin, dan penularan seksual di luar hubungan kelamin, melalui WC umum, pakaian dalam, alat-alat kedokteran yang tidak steril. Penularan langsung non seksual dapat terjadi dari ibu yang melahirkan bayi nya saat persalinan normal, yang dapat menimbulkan kutil pada saluran napas bayi. Resiko kanker leher rahim meningkat pada orang yang menikah atau memulai aktifitas seksualnya pada usia muda (kurang dari 18 tahun), berganti pasangan seksual, sering menderita infeksi di daerah kelamin, melahirkan banyak anak, dan wanita perokok. Deteksi dini kanker serviks dilakukan dengan metode IVA (Inspeksi Visual Asetat), tes Pap Smear. Fakta terbaru tentang kanker erviks, disebabkan oleh virus HPV tipe 16,18 yang bertanggung jawab pada terjadinya 99,6% kanker serviks, diderita oelh wanita yang sudah pernah melakukan kontak seksual, perkembangan penyakit membutuhkan waktu lama antara 5-20 tahun yang pada stadium awal tidak menimbulkan gejala, dan penyakit kanker yang dapat dicegah dengan vaksinasi anti kanker serviks yang disarankan mulai usia 11-12 tahun.
  • Kanker Prostat
  • Pada tahap awal sering tidak menimbulkan gejala, pada tahap selanjutnya sering timbul / keluhan dalam buang air kecil seperti: sering buang air kecil terutama pada malam hari, dan harus mengedan, tidak dapat buang air kecil/macet, terasa panas/sakit, ada dardalam air seni dan mani, sakit saat ejakulasi, nyeri kaku di daerah bokong,panggul dan pangkal paha. Kanker prostat ini dapat mengenai laki-laki usia di atas 50 tahun, diet tinggi lemak, pembesaran prostat jinak, infeksi virus yang ditularkan lewat hubungan seksual dan pekerja industri karet dan logam Cadmium( bahan pembuat batere). Deteksi kanker prostat, dianjurkan pada laki-laki di atas usia 40 tahun sekali setahun, dengan pemeriksaan colok dubur, USG Prostat, pemeriksaan PSA Darah.

Cara Hidup Sehat untuk mencegah kanker

Olah raga teratur paling tidak 5 kali seminggu selama 30-60 menit, dipercaya dapat mengurangi terjadinya kanker, mengurangi diet tinggi lemak, tidak merokok, menghindari makanan yang diawetkan, membatasi minum minuman beralkohol, lebih banyak makan makanan yang segar/ fresh, banyak makan makanan yang mengandung vitamin C dan A, konsumsi makanan tinggi serat, hindari stress dan hidup yang seimbang, hindari paparan sinar matahari, setia pada pasangan yang sah dan vaksinasi pada usia yang tepat untuk berbagai infeksi yang dapat menyebabkan kanker.

 

Penulis :

dr. Arief Wibowo, SpPD-FINASIM

Sahid Sahirman Memorial Hospital

Leave a reply