Indonesia dan 127 negara beriklim tropis/subtropis lainnya di dunia merupakan wilayah endemik DBD. Insiden DBD akan meningkat jika musim penghujan datang. Kematian akibat DBD adalah karena syok dan perdarahan berat yang terlambat ditangani.

Hal yang penting dalam penanggulangan DBD adalah pengendalian vektor (nyamuk Aedes aegypti) dan kebersihan lingkungan. Strategi pencegahan DBD pada rumah tangga dikenal dengan istilah 3M. 3M terdiri dari menguras/menyikat bak mandi, menutup tempat penampungan air (TPA), dan mendaur ulang barang bekas. Untuk penampungan air yang sulit dikuras dapat ditaburkan bubuk larvasida (abate). Tindakan lain yang dapat dilakukan adalah penggunaan kelambu saat tidur dan lotion anti nyamuk, serta pemeliharaan ikan sebagai predator nyamuk. Fogging (pengasapan) hanya bermanfaat untuk membasmi nyamuk dewasa, jentik tidak dapat mati dengan pengasapan.
Upaya pencegahan DBD lainnya adalah melalui pemberian vaksin dengue yang risetnya telah selesai dilakukan.

Di awal tahun 2016, vaksin dengue pertama di dunia milik Sanofi, merek Dengvaxia, resmi beredar di Mexico dan menyusul beberapa negara lain, seperti Filipina, El Savador dan Brazil. Pada bulan September 2016 ini BPOM telah memberi persetujuan dan ijin edar di Indonesia vaksin dengue tetravalen merek Dengvaxia, produk Sanofi tsb. Setiap suntikan vaksin mengandung 4 antigen virus dengue : DENV 1, DENV 2, DENV 3 dan DENV 4. Vaksin diberikan 3 kali suntikan dgn interval waktu 6 bulan (bulan 0-6-12)

Vaksin Dengue efektif diberikan pada anak usia 9 tahun keatas. Vaksin yang sekarang belum memberikan kekebalan yang efektif pada anak dibawah usia 9 tahun. Dibutuhkan riset lanjutan sehingga vaksin bisa menjangkau semua umur. Riset lanjutan juga diperlukan apakah seseorang membutuhkan vaksin ulangan (booster) untuk mempertahankan kadar antibodi yang memadai sampai dewasa. Vaksin dengue yang ada belum masuk program vaksinasi nasional, sehingga pemberian vaksin masih dilakukan secara mendiri. Harga vaksin terhitung relatif mahal namun sebanding dengan resiko menderita penyakit infeksi dengue berat bila tidak divaksin

Leave a reply