Kelebihan berat badan dalam hal ini obesitas dan overweight mulai menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia, bahkan WHO menyatakan bahwa obesitas dan overweight sudah merupakan suatu epidemi global, sehingga sudah merupakan suatu problem kesehatan yang harus segera ditangani.

Di Indonesia terutama di kota-kota besar, dengan adanya perubahan gaya hidup yang menjurus ke modernisasi dan sedentary berakibat pada perubahan pola makan/konsumsi masyarakat yang merujuk pada pola makan tinggi energi dan lemak, terutama terhadap penawaran makanan siap saji (fast food) yang berdampak meningkatkan risiko terjadinya kelebihan berat badan pada remaja.

Obesitas yaitu suatu kelainan atau penyakit yang ditandai dengan penimbunan jaringan lemak dalam tubuh secara berlebihan yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Secara klinis, anak obes mudah dikenali karena mempunyai ciri-ciri yang khas, antara lain wajah bulat dengan pipi tembem dan dagu rangkap (double chin), leher relatif pendek, dada membusung dengan payudara membesar, perut membuncit. Pada anak laki-laki dapat ditemukan penis yang tenggelam sehingga tampak kecil (buried penis) dan ginekomastia. Pada artikel ini akan dibahas mendalam mengenai buried penis atau hidden penis atau penis tenggelam.

Apa itu Buried Penis?

Suatu kelainan dimana penis dengan ukuran normal namun sebagian atau seluruhnya tersembunyi atau terbungkus dibawah permukaan kulit dalam dinding abdomen, paha, dan skrotum. Penyebab terjadinya buried penis bisa karena kongenital yaitu perkembangan kulit penis yang kurang baik atau karena didapat seperti obesitas, lemak perut berlebih.

Buried Penis = Mikropenis?

Pasien sering datang dengan keluhan penis yang tenggelam (buried penis) atau penis yang terlihat kecil (mikropenis). Namun buried penis berbeda dengan mikropenis. Dikatakan mikropenis bila ukuran penis dalam keadaan tidak ereksi ditarik dan diukur dengan penggaris, panjang penis kurang dari 2,5 SD (standart deviasi) sesuai dengan ukuran pada umur yang sesuai dan bentuk anatomi normal. Pasien sering datang dengan keluhan penis tampak kecil, namun setelah diperiksa didapatkan ukuran penis normal namun tenggelam (buried penis) sehingga terlihat kecil. Penatalaksanaan mikropenis sangat berbeda dengan penatalaksanaan buried penis.

Kebanyakan pasien dan orang tua pasien dengan buried penis akan mengeluhkan ukuran dari penis karena penis yang tenggelam. Pada anak dengan buried penis sering terjadi infeksi saluran kemih berulang dan nyeri saat berkemih. Pasien dewasa mengeluhkan nyeri saat ereksi, kurang percaya diri, kesulitan untuk melakukan penetrasi dan banyak juga yang kesulitan berkemih pada posisi berdiri.

Penatalaksanaan pada anak maupun dewasa dengan buried penis dilakukan tindakan operasi degloving dan rekonstruksi kulit penis.

Kontraindikasi :

Buried penis bila dilakukan sirkumsisi biasa, maka akan menjadi trapped penis dimana penis semakin tenggelam dibalik jaringan skar pasca sirkumsisi biasa. Pasien dengan buried penis harus dilakukan sirkumsisi dengan teknik khusus dalam pembiusan. Teknik ini dilakukan dengan membuang lapisan dibawah kulit yang tidak elastis dan melakukan rekonstruksi kulit penis.

Pasien dengan buried penis mempunyai resiko masalah psikologis dan trauma sosial pada waktunya. Sirkumsisi dengan teknik khusus selain mengobati, dapat juga menghilangkan kecemasan dan menambah kepercayaan diri pasien dengan buried penis. Anda dapat berkonsultasi mengenai kondisi penis yang terlihat tenggelam atau terlihat kecil dengan Dokter Pediatrik Urologi.

 

 

Penulis :

dr. Andre Yudha, SpU

Spesialis Urologi Subspesialis Urologi Anak, RSU Sahid Sahirman

Senin – Jumat: 16:00 – 19:00, Sabtu: 10:00 – 14:00

dr. Cerah Purba

General Practitioner, IGD RSU Sahid Sahirman

 

Keyword: buried penis, penis tenggelam, trapped penis, mikropenis, sirkumsisi, degloving penis, pediatrik urologi

Leave a reply