Sakit tenggorokan umumnya terjadi karena infeksi bakteri atau virus pada saluran pernapasan atas. Penyakit ini umumnya lebih banyak menyerang anak kecil dan remaja. Selain sakit saat menelan, sakit tenggorokan juga dapat disertai gejala-gejala berikut :

1. Sakit kepala
2. Pembesaran kelenjar pada leher
3. Tonsil/amandel yang membengkakakibat radang
4. Nyeri otot
5. Batuk
6. Hidung beringus
7. Iritasi
8. Gatal di tenggorokan
9. Sakit dan sulit menelan

Cara Mengurangi Gejala

Meski dapat sembuh tanpa obat-obatan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala :

1. Berkumur sampai ke tenggorokan (gargle) dengan obat kumur antiseptik yang mengandung povidone-iodine, dua sampai lima kali sehari. Larutan antiseptik yang mengandung povidone-iodine dapat membunuh bakteri penyebab beberapa gangguan di mulut dan tenggorokan

2. Minum cukup air putih, terutama jika Anda sedang demam. Dengan minum air putih yang cukup Anda dapat meningkatkan daya tahan tubuh Anda.

3. Tidak merokok dan hindari lingkungan yang penuh asap.

4. Hindari iritasi tenggorokan dengan tidak mengonsumsi minuman atau makanan yang terlalu panas.

5. Berkumur dengan air garam hangat untuk meredakan radang atau bengkak di tenggorokan.

Saat yang Tepat untuk Menemui Dokter

Umumnya sakit tenggorokan akan sembuh dalam beberapa hari tanpa konsumsi obat-obatan. Anda juga dapat mengonsumsi obat yang dijual bebas di Apotek seperti ibuprofen dan parasetamol, tapi sebaiknya Anda berkonsultasi kepada dokter jika mengalami gejala, seperti sakit tenggorokan yang tidak membaik setelah satu minggu yang disertai demam di atas 38°C.
Demam yang menyertai sakit tenggorokan sebaiknya segera diperiksakan untuk mendeteksi kondisi-kondisi lebih serius, seperti :

1. Abses peritonsiler atau quinsy, yaitu pembengkakan bernanah antara langit-langit tenggorokan dan bagian belakang tonsil.

2. Epiglottitis, yaitu peradangan lipatan jaringan di belakang tenggorokan, di bawah lidah (epiglotis) yang bisa menghambat pernapasan jika tidak ditangani dengan baik.

3. Infeksi mononukleosis, yaitu infeksi virus Epstein Barr yang ditandai dengan pembesaran kelenjar getah bening, demam, dan sakit tenggorokan.

 

Penulis

Dr. Olvi Nancy, SpTHT, Sahid Sahirman Memorial Hospital Lt. 7

 

Leave a reply