Jantung merupakan organ tubuh yang sangat penting, terdiri dari sel-sel otot polos, ukurannya berkisar hanya segenggaman tangan. Jantung bertugas memompa darah keseluruh tubuh sebanyak 65-70 kali dalam satu menit. Darah dipompa dari jantung menuju paru-paru dan bercampur dengan oxygen, darah yang kaya akan oxygen kembali lagi ke jantung dan dipompa keseluruh tubuh melalui pembuluh darah arteri, kemudian darah kembali ke jantung melalui vena, selanjutnya darah masuk ke jantung dipompa kembali ke paru-paru. Dari proses sirkulasi darah ini terlihat jantung mendapatkan suplay darah dari aliran pembuluh darah arteri koroner. Jantung yang sehat memiliki denyut jantung yang normal berkisar 65-70 detak per menit dan kadar protein C-reaktif normal (CRP), bila kadar tinggi menjadi tanda umum gangguan pada jantung (penyakit kardiovaskuler). Kadar CRP yang tinggi merupakan pertanda terjadinya peradangan. Khususnya tekanan arteri, tekanan darah normal juga menjadi indikator jantung yang sehat, tekanan darah normal tidak lebih dari 120/80 mmHg serta kadar kolesterol normal kurang dari 200 mg/dl menjadi salah satu indikator jantung yang sehat.

Penyakit jantung dikenal dengan istilah “Coronary Heart Diseases” atau Penyakit Jantung Koroner (PJK). Penyakit Jantung Koroner menjadi salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Data survey tahun 2014 menunjukkan PJK menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur sebesar 12,9%. Data WHO tahun 2012 menunjukkan 17,5 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit kardiovaskuler atau sebesar 31% dari total seluruh kematian yang ada di dunia. Penyakit jantung koroner dapat dikenali dengan gejala nyeri pada dada (angina). Tidak semua orang memiliki gejala yang sama sampai penyakit PJK ini terdeteksi. Penyakit Jantung koroner terjadi pada saat supply darah terganggu atau terhambat dengan adanya timbunan substansi lemak pada arteri koroner. Dinding arteri yang tertutupi oleh timbunan lemak, dikenal dengan istilah atherosclerosis. Atherosklerosis dapat disebabkan oleh faktor gaya hidup, dan beberapa kondisi seperti merokok, kadar kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi dan diabetes. Penyakit Jantung koroner dapat dideteksi dengan melakukan tes seperti treadmill tes, EKG, angiogram, serta diagnostik lainnya. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi faktor resiko, yaitu mengubah gaya hidup serta melalui pengobatan. Beberapa contoh faktor resiko seperti tekanan darah tinggi, kolesterol darah yang tinggi, diabetes, merokok, makanan yang tidak sehat, dan obesitas. Pola hidup yang sehat bagi jantung diantaranya: makanan yang sehat, kontrol berat badan, menanggulangi stres, melakukan aktifitas fisik secara teratur dan tidak merokok.

Kolesterol merupakan substansi lemak yang memiliki fungsi penting dalam tubuh diantaranya merupakan komponen dinding sel dan berperan dalam pembentukan hormon. Kolesterol dibuat di hati dan didapatkan dalam makanan yang kita konsumsi. Kolesterol dalam darah dibawa oleh susbtansi protein yang disebut lipoprotein. Lipoprotein terdiri dari high density lipoprotein (HDL) dan low density lipoprotein (LDL). High density lipoprotein (HDL) membawa substansi kolesterol menuju sel atau kembali ke hati, untuk dihancurkan, oleh karenanya disebut dengan “kolesterol baik”, sementara itu LDL membawa kolesterol ke dalam sel yang membutuhkan tetapi apabila terlalu banyak kolesterol yang dibutuhkan oleh sel, akan menyebabkan LDL membawa kolesterol menempel kedinding arteri, LDL sering disebut dengan “kolesterol jahat”. Kadar kolesterol normal kurang dari 200 mg/dl, HDL 40-50 mg/dl, LDL kurang dari 100 mg/dl, trigliserida kurang dari 150 mg/dl. Kadar kolesterol yang dapat memicu resiko penyakit kardiovaskular diantaranya dengan nilai LDL≥130 mg/dl, total HDL≤40 mg/dl, trigliserida ≥150 mg/dl, total kolesterol≥ 200 mg/dl. Penyebab utama tingginya kolesterol adalah pola makan yang tidak sehat seperti mengkonsumsi lemak yang telah tersaturasi atau lemak jenuh (contohnya daging sapi, ayam, keju, krim susu, minyak, mayones, minyak goreng), merokok, hipertensi dan diabetes, serta memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung dan stroke. Dengan menurunkan kadar kolesterol dapat mengurangi resiko atherosklerosis, serangan jantung, stroke. Asupan kolesterol yang bersumber dari lemak jenuh dapat dikurangi dengan sering mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan (makanan dengan serat tinggi) menggantikan porsi daging ayam dengan ikan, atau mengkonsumsi daging ayam tanpa kulit, menghindari menggoreng makanan, mengkonsumsi susu rendah lemak, mengganti dengan minyak zaitun yang kaya akan lemak tak jenuh, serta menghindari produk makanan olahan yang mengandung lemak jenuh. Pedoman diet dari American Heart Asociation merekomendasikan untuk mengkonsumsi berbagai macam ikan (sebaiknya ikan berminyak seperti salmon, herring, dan makerel) paling sedikit dua kali dalam seminggu.

Bahaya penyakit kardiovaskular dapat pula dihindari dengan rutin mengkonsumsi suplemen makanan yang menyehatkan bagi jantung, diantaranya; OMEGA-3 yang mengandung EPA dan DHA (Fish Oil). Berbagai studi menunjukkan Omega-3 memiliki efek melindungi jantung, pembuluh darah dan mengurangi resiko penyakit kardiovaskuler. Asam lemak omega-3 memiliki sifat sebagai anti-inflamasi melalui beberapa mekanisme. Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 dapat menekan produksi interleukin-2 dan menghambat peradangan akibat lipopolisakarida. Omega-3 dapat mengikat reseptor nuklir dan faktor transkripsi spesifik seperti PPAR-α, HNF-4α dan SREBP-1c yang mengatur ekspresi gen. Modulasi transkripsi yang cepat dapat secara langsung mempengaruhi jalur inflamasi. Selanjutnya, asam lemak omega-3 menekan reaktan pada fase akut. Asam lemak omega-3 juga memodifikasi produksi eikosanoid (seperti mengurangi kadar tromboksan A2 dan leukotrien B4), sehingga menyebabkan peradangan berkurang. Pembuktian hipotesa menunjukkan bahwa sifat anti-inflamasi dari omega-3 dapat mengurangi peradangan pada aterogenik vaskular. Asam lemak omega-3 dapat secara langsung mempengaruhi detak jantung dengan menghambat natrium bermuatan voltase pada saluran myocyte dan memperpanjang periode refrakter. Oleh karena itu, tegangan yang lebih tinggi akan diperlukan untuk terjadinya depolarisasi membran sel akibatnya detak jantung akan menurun.

EPA dan DHA merupakan bagian dari Omega-3 yang bersumber dari ikan. EPA dan DHA efektif menurunkan kadar trigliserida rata-rata 25-30%. Omega-3 bekerja dengan beberapa mekanisme diantaranya mencegah pembentukan plaque, dan trombus pada arteri, mengurangi detak jantung serta meningkatkan jumlah HDL didalam darah. Hasil penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2005 menunjukkan bahwa omega-3 yang bersumber dari laut secara konsisten dikonsumsi dapat menurunkan nilai trigliserida yang tinggi. Perbaikan nilai trigliserida setelah mengkonsumsi 300 mg per hari, kandungan EPA dan DHA dan dapat ditingkatkan sampai 2000-3000 mg per hari. Meminimalkan resiko penyakit jantung koroner dengan mengubah pola hidup sehat, berolah raga rutin, diet sehat dan suplementasi yang baik bagi jantung, penurunan berat badan, penurunan tekanan darah, mengatasi stres merupakan pilihan kita dalam mencegah terjadinya penyakit jantung koroner.

 

Penulis :

Addy Hilman Ghilmany, S.Farm, Apt.

Kepala Instalasi Farmasi Sahid Sahirman Memorial Hospital

Leave a reply